Laman

Senin, 15 Februari 2010

cerita warcraft 3 dota

Alkisah, ketika Arthas telah dirasuki oleh Demon King dan telah menguasai Frozen Throne, Furion Sang Rasul Night Elf, merasakan ancaman dunia iblis yang semakin mendekat. Dia pun segera mencari Chen, Sang Ksatria Suci. Chen adalah penyembah Hextar, Dewa Perang dan Cahaya. Ketika dia sedang menuju kediaman Chen, di tengah hutan dia dihadang oleh segerombolan ghoul yang ganas. “Aggggh, kita telah menemukan Furion, si rasulnya night elf. Hari ini kita pesta besar. Hahaha!!!” kata salah satu ghoul. Segera saja mereka berlari ke arah Furion dan ingin mencakarnya. Tetapi Furion tidak panik. Segera saja dia merapal mantra. “Oh, Elune yang maha pengasih, dengan kekuatanmu bangkitkanlah pohon-pohon ini. FORCE OF NATURE!!!!”

Setelah furion merapal mantra, tiba-tiba pohon-pohon di sekitarnya berubah menjadi treant, monster pohon yang kuat. Para treant itu segera menyerang para ghoul tersebut. Tetapi jumlah mereka berbeda jauh dengan para ghoul itu. Sehingga satu-persatu mereka pun tumbang. Oh tidak, Furion kini dalam bahaya. Salah satu ghoul mengarahkan cakarnya ke kepala Furion. Bwosh!!!

“APA YANG TERJADI, KENAPA DIA MENGHILANG TIBA-TIBA?!?!?!” para ghoul itu terkejut. Ternyata tanpa mereka sadari, Furion telah merapal mantera Teleport ketika mereka bertarung dengan treant. Treant-treant itu hanyalah pengalih perhatian dan memberikan waktu untuk Furion untuk teleport. “ADUH, KITA GAGAL, APA YANG HARUS KITA JELASKAN PADA YANG MULIA ARTHAS!!! DIA AKAN MEMBUNUH KITA!!!”

Di tempat lain, terlihat Furion telah selamat dan telah berada di depan kuil Hextar.

Akhirnya Furion bertemu dengan Chen. “Pak Chen Yang Terhormat, Arthas telah mendapatkan Frozen Throne dan kini dia dirasuk oleh roh Sargeras. Sekarang dunia terancam dan akan hancur. Apa yang harus kita lakukan?” Tanya Furion dengan cemas. “Jangan takut, Furion temanku. Titik kelemahan mereka adalah Frozen Throne, maka itulah yang harus kita hancurkan. Tetapi, pertama-tama kita harus mengumpulkan bala bantuan untuk membantu kita.” Kata Chen. “Kamu pulanglah ke tanah kelahiranmu, Kalimdor dan carilah bantuan Night Elf, sedangkan aku akan berkelana mencari bala bantuan dari suku-suku yang ditindas oleh Scourge.” Lanjut Chen. Kemudian mereka pun berpisah dan memulai perjalanan masing-masing.

Chen pun menaiki serigala kesayangannya dan berjalan memasuki hutan rimba. Di tengah perjalanan dia mendengar suara dentingan kapak yang beradu. Dia segera menuju ke arah suara itu berasal.

“Bradwarden, menyerahlah sekarang juga. Kau adalah prajurit suku kita yang terbaik, tetapi mengapa kau tidak mau bergabung dengan Scourge? Kita akan hidup senang, setelah Scourge menguasai dunia!” kata salah satu Centaur itu.

“Tidak!!! Kalian telah dibohongi oleh para iblis busuk itu. Setelah mereka menang, justru kita akan disingkirkan. Sadarlah!!” kata Bradwarden. “Kau bandel sekali yah, kalau begitu kami tidak punya pilihan lain selain membunuhmu. Ini adalah perintah dari Pangeran Arthas” kata pemimpin centaur itu. “Hyaaaaaat!!! Klang, Cling Tong” Suara kapak dan pedang pun beradu. Mereka mengeroyok Bradwarden, tetapi Bradwarden sangat kuat. “Rasakan tendangan kakiku” Bradwarden pun menendang sekelilingnya dan para centaur yang menyerangnya pun kena stun. “Rasakan pukulan kapakku, DOUBLE EDGE”. Setiap pukulan yang dilayangkan Bradwarden juga melukai dirinya sendiri, tetapi setiap serangan musuhnya pun melukai mereka berkat adanya Thorn Aura.Akhirnya satu per satu centaur jahat itupun tumbang. Namun luka yasng diderita Bradwarden juga tidak sedikit. Matanya berkunang-kunang. Dari kejauhan dia melihat sebuah sosok suci menunggangi serigala menuju ke arahnya. Diapun pingsan.

Tetapi tiba-tiba dia merasa segar kembali. “Kamu sudah baikan sekarang?” Tanya Chen. “Siapa saudara? Apakah saudara yang telah menolong saya?” Tanya Bradwarden. “Namaku Chen. Aku telah menyembuhkanmu. Apa yang telah terjadi pada dirimu?” Balas Chen. “Namaku adalah Bradwarden, ksatria suku Centaur. Suku kami telah didatangi oleh Scourge dan diiming-imingi kemakmuran. Aku tidak percaya pada janji mereka, karena mereka terlihat licik. Aku mencoba menasihati teman-temanku tetapi merek tidak percaya, bahkan ingin membunuhku.” Jawab Bradwarden. “Akh, aku merasa menyesal sekali telah membunuh sesame sukuku sendiri” kata Bradwarden. “Jangan terlalu bersedih. Kamu tidak bisa menyalahkan dirimu sendiri. Dari dulu Scourge memang selalu licik, jangan percaya kepada mereka. Saudara Bradwarden, bagaimana bila kamu bergabung bersamaku untuk melawan Scourge? Aku yakin bantuanmu dibutuhkan di pihak kami.” Tanya Chen. “Baiklah, aku setuju” Ujar Brad.

“Tetapi pertama-tama aku harus menguji keyakinanmu dulu melalui sebuah tes. Bila kau lulus, kamu akan tiba di kuilku, tapi bila kau berniat jahat, maka dirimu akan terluka.Berani menerima tawaranku?” Kata Chen. “Baiklah, aku terima” kata Brad. “Kalau begitu kita mulai tesnya. TEST OF FAITH!!!” seru Chen seraya memberikan mantra kepada Bradwarden. Bradwarden pun akhirnya tiba di kuil Hextar karena hatinya penuh dengan harga diri dan kehormatan.

1 komentar: